Poltekkes Kaltim gelar seminar Nasional Kesehatan tahun 2019

Inovasi Pelayanan Penyakit Tidak Menular

Samarinda (07/12) – Poltekkes Kemenkes Kaltim kembali mengadakan Seminar Nasional dan Call For Paper dengan tema Inovasi Pelayanan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Swiss Bell Hotel Samarinda.
Seminar ini dibuka oleh sambutan dari Direktur Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur, H. Supriadi, S.Kp.,M.Kep. , dalam sambutannya beliau menyampaikan “Penyakit menular dan tidak menular penting untuk diketahui oleh masyarakat, oleh karena itu, saya menyambut baik seminar hari ini, kita juga sudah mendatangkan narasumber, terimakasih kepada narasumber yg sudah datang dan meluangkan waktu. Semoga hadirin mendapatkan ilmu bermanfaat”
Materi pertama dan kedua di pandu oleh moderator yaitu ibu Dr. Hj. Endah Wahyutri, S.Pd., M.Kes selaku Wadir 2 Poltekkes Kemenkes Kaltim.
“Healthy City adalah program yang harus di laksanakan oleh pemerintah disetiap sektor, karena untuk terwujudnya Pencegahan Penyakit Tidak Menular, maka pada sektor pemerintahan juga harus mendukung dan turut serta. Tidak cukup hanya peraturan-peraturannya, namun pemerintahan harus bisa mengajak masyarakat untuk mewujudkan Healthy City” ringkasan pemaparan materi dari Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, Ph.D dengan tema Pendekatan Healthy City dalam Inovasi Kebijakan Pelayanan Penyakit Tidak Menular. Pematari ke 1 selaku Guru Besar FKM Unhas dan sebagai Ketua Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Sulawesi Selatan.
Pemateri 2 yaitu dr. Nanan Surya Perdana, Sp.A, M.Kes selaku Praktisi, Trainer, Konselor Menyusui menyampaikan dalam seminarnya dengan tema Peranan Menyusui dalam Mencegah Stunting yaitu “ASI adalah penting untuk 1000 hari kehidupan penerus bangsa, perlekatan dan isapan yang tepat juga penting untuk kesehatan ibu dan bayi. ASI penting dan mempunyai peranan penting dalam pencegahan Stunting karena di ASI mengandung banyak nutrisi dan antibodi untuk kekebalan bayi, karena stunting bisa terjadi bukan hanya karena genetik, tapi juga nutrisi yang kurang sejak dini”
Pemateri ketiga dan keempat dipandu oleh bapak H. Edi Sukamto, S.Kep., M.Kep dan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh Ibu Dr. dra. Rita Damayanti, MSPH selaku pemateri ketiga yg juga sebagai Dosen FKM Universitas Indonesia menyampaikan materi dengan tema Peran Promotor Kesehatan dalam Mengatasi Masalah PTM di Era Industri 4.0 bahwa “Promkes seharusnya pemegang kendali penuh atau menjadi desainer promosi untuk kesehatan. UKM promkes yang ada di setiap Puskesmas harus hidup dan aktif untuk menyuarakan tentang preventif yaitu dengan promosi kesehatan. Cara penyampaian promosi kesehatan, penting kita tentukan terlebih dahulu dimana dan siapa yang akan kita beri promosi kesehatan. Seperti jika di area perkotaan dan pada anak muda yang sudah mengerti gadget maka pakailah promosi dengan memboomingkan aplikasi-aplikasi kesehatan. Namun, jika kita promosi ke desa-desa mungkin bisa digunakan cara lain yaitu menggunakan leaflet dan sebagainya. Harus bijak-bijak memilih sasaran”
Ismansyah, S.Kp., M.Kep sebagai pemateri terakhir selaku Sekretaris PPNI Kaltim yg juga Dosen Poltekkes Kalrim dengan tema Diabetes Self Management
“Diabetes melitus merupakan indung segala penyakit. Angka kejadian DM meningkat dari waktu ke waktu. Indonesia merupakan peringakat 6 tertinggi di dunia sebanyak 10,3 juta jiwa menurut Federasi Diabetes Inteenasional tahun 2017. Banyak orang tidak sadar bahwa dirinya atau keluarganya penderita DM. Angka kematian akibat DM diusia 30-69 tahun lebih tinggi dibanding usia 70tahun”
Tidak hanya ilmu bermanfaat yang dibagikan di seminar kali ini, namun doorprize-doorprize menarik untuk peserta seminar yang beruntung juga dibagikan dalam seminar hari ini.

You may also like...