“Berdayakan Orang Tua Untuk Sukses Menyusui “ Meng Asihi dalam rangka Pekan ASI dunia 2019 Pendekatan Inter professional collaboration (IPC)

Visi Indonesia kedua yaitu pembangunan Sumber Daya Manusi (SDM) “Titik dimulainya pembangunan SDM dimulai dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak sekolah karena merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul. Jangan sampai ada stunting, kematian bayi, kematian ibu yang meningkat”.

Kondisi yang ada Stunting Indonesia tertinggi ke 5 di dunia dan tertinggi di Asia Tenggara, 30,8 % pendek dan sangat pendek (Riskesdas,2018) yang berarti 1 dari 3 anak stunting. Angka ini juga jauh lebih tinggi dari beberapa negara miskin di Afrika.Anak Stunting Indonesia tidak hanya terjadi dikeluarga miskin dan kurang mampu, tapi juga di keluarga mampu .

Penyebab Stunting adalah Kesehatan dan gizi ibu yang kurang terjamin:Ibu stunting, jarak persalinan terlalu rapat, kehamilan remaja, Praktik pemberian makan bayi dan anak yang tidak adekuat: Tidak mendapat inisiasi menyusu dini, tidak disusui eksklusif, pemberian MPASI yang tidak memenuhi kuantitas, kualitas dan variasi Infeksi pada 1000 hari pertama kehidupan: Pola asuh, lingkungan dan higinitas yang buruk, juga kemiskinan dan minimnya layanan kesehatan.

Bila dibandingkan dengan dengan keadaan didunia kondisi Indonesia sebagai berikut: target yang akan dicapai ditahun 2025 cakupan ASI eksklusif diatas 50 %.

Hal diatas yang mendorong kami para pemerhati ASI di Kalimantan Timur berkolaborasi memperingati pekan ASI dunia dengan tema “Berdayakan Orang Tua Untuk Sukses Menyusui “ di GOR Olah Raga Samarinda 25 agustus 2019, merupakan Inter professional collaboration (IPC) untuk Meng Asihi..bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) oleh dr.Hj. Sukartini ,SPA, Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI) oleh dr.H. Nanan Surya Perdana, Sp.A, MKes, Hj Siti Aminah,SST,MKes (Ketua Unit Pelaksana Bidan Delima Kaltim), Dr. Hj. Endah Wahyutri MKes, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) cabang Kaltim , Poltekkes dengan center of excellence ( COE)..ASI…mengadakan konseling ..ASI demo dan pembagian MP ASI standar 4 bintang WHO. Kegiatan ini mengikut sertakan mahasiswa Jurusan Gizi, Keperawatan ,Kebidanan,Analis Kesehatan dari Poltekkes Kemenkes Kaltim , Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Universitas Mulawarman
Animo masyarakat untuk mengetahui masalah ASI dan MP ASI secara benar sangat besar terbukti antrian mengular dari meja atropometri dan konseling dengan berbagai masalah diantaranya B Berat badan tidak meningkat di garis kuning, posisi dan perlekatan tidak benar, ibu mau berobat bingung keberlanjutan pemberian ASI, bayi kuning, sembelit dll.

Mensukseskan Visi ke 2 RI Pembangunan SDM Penurunan Stunting Kesehatan Bayi Balita perlu berkolaborasi berbagai pihak sehingga masyarakat ada proses mengetahui (Awereness), Tertarik (Interest), mencoba (Trial), dan pada gilirannya mengadopsi (Adoption) perilaku untuk memberikan ASI Ekslusif , memberikan makanan pendampinga ASI Lumat untuk usia 6 – 8 bulan, lembik untuk usia 9 – 11 bulan dan makanan keluarga 12 sampai 24 bulan , dengan tepat jumlah (berapa banyak setiap kali makan ) dalam sehari , tekstur (Bentuk makanan) dan Frekwensi (Berapa kali sehari) yang memenuhi standar 4 bintang yaitu : 1 *. Zat besi yang didapat dari protein hewani : Daging ,ikan ,ayam,telur, produk susu :Yogurd, keju, 2*. Makanan Pokok (Karbohidrat ): Jagung,Gandum,ubi,kentang,cereal,mi, 3 * Kacang kacangan dan olahannya (Tempe,tahu kacang hijau,merah,polong,tanah,kedelai, 3* Buah dan sayuran : labu,papaya,alpokat,pisang,brokoli,bayam wortel,kangkung dsb.Makanan dibuat lezat dengan bumbu dapur rempah Indonesia dengan sedikit gula dan garam.

Semoga Sukses ASI, MP ASI menuju SDM yang yang berkwalitas..Amin.

You may also like...