BEM Poltekkes Kemenkes Kaltim menggelar Seminar Nasional Kesehatan 2019


Samarinda (23/6) – BEM Poltekkes Kemenkes Kaltim kembali menggelar Seminar Nasional Kesehatan 2019 di ballroom hotel Harris Samarinda.
Sebanyak 379 peserta yang hadir dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa kesehatan sampai para pegawai atau petugas kesehatan yang bekerja di puskesmas maupun rumah sakit di Samarinda dan sekitarnya.
Acara ini dimulai pukul 08.00 WITA dan dibuka oleh persembahan tari dari UKM Tari Poltekkes Kemenkes Kaltim. Dilanjutkan oleh sambutan Ketua Panitia Seminar Kesehatan Nasional 2019 Ghieska Ulfy Ramadhani serta sambutan dari Presiden BEM 2018-2019 Arizha Ramadhan.
Ibu hj. Rini Retno Sukesi., M. Kes, kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimanta Timur yang juga selaku keynote speaker dalam Seminar Kesehatan Nasional 2019 dengan tema Interprfesional Collaboration in Elemination Hepatitis B membuka agenda kali ini dengan beberapa penyampaian.
“Apresiasi kepada adek-adek mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kaltim atas pelaksanaan acara ini, agar bisa membantu mencegah dan menanggulangi hepatitis B di indonesia. Hari hepatitis dunia diperingati tiap tanggal 28 juni. Semua kabupaten kota di Kalimantan Timur sudah melaksanakan pemeriksaan HbSag untuk ibu hamil walaupun blum 100% dan tahun 2019, target provinsi Kaltim sebantak 82.431 untuk pemeriksaan HbSag pada ibu Hamil”.
Direktur Politeknik Kemenkes Kaltim, H. Supriadi, B, SKp.,M.Kes mengatakan dalam sambutannya, “Upaya pencegahan hepatitis B dengan imunisasi merupakan salah satu cara yang efektif. Imunisasi hepatitis B dikenal memiliki 2 macam jenis, yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif. Imunisasi aktif adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri karena terpajan antigen plasma derived ataupun sequence DNA virus hepatitis B. Sedangkan imunisasi pasif adalah kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh dengan cara pemberian HBIg. Mahasiswa kesehatan sebagai bagian dari tenaga kesehatan telah dibekali tentang upaya pencegahan infeksi di tingkat perkuliahan sehingga pelaksanaan pencegahan infeksi sejak dini sangat diperlukan dan dilaksanakan dengan seiringnya peningkatan penularan penyakit. Salah satu ketrampilan yang harus dikuasai yaitu cara menutup jarum suntik.
Berdasarkan situasi tersebut, maka kami mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Kaltim, menyadari bahwa diperlukan suatu usaha untuk dapat menambah pengetahuan dan membagikan pengetahuan tersebut kepada tenaga kesehatan melalui seminar kesehatan dan diskusi dalam upaya peningkatan pengetahuan tentang Penyakit Hepatitis B yang bertemakan: Interprofesional Collaboration in Elemination Hepatitis B”.
Acara ini mengundang 3 pemateri sesuai dengan jurusan yang ada di Poltekkes Kemenkes Kaltim, yaitu Keperawatan, Kebidanan dan Analis Kesehatan.
Pemateri keperawatan yaitu ibu Dr. Yani Sofiani, M. Kep., Ns. Sp. KMB, beliau adalah dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Beliau mengisi materi tentang Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B dalam Perspektif Asuhan Keperawatan.
Materi kebidanan dengan tema Pencegahan Resiko Penularan Bayi Baru Lahir dengan Ibu Penderita HbSag yang di sampaikan oleh dr. Anggit Nugroho Sp. OG, beliau adalah salah satu dokter spesialis kandungan di Rs. Hermina dan Rs. Dirgahayu Samarinda. Lalu, pemateri Analis Kesehatan dengan tema Update Diagnosis Laboratorium Terhadap Hepatitis B diisi oleh Prof. Dr. Jusak Nugraha dr. MS., Sp. PK(K). Beliau adalah dokter spesialis patologi klinis FK Unair Surabaya.
Di akhir penyampaian materi, ada pembagian doorprize dan ada bintang tamu dari Jakarta, Alif Rizky alias Paijo seorang Artist dan Content Creator. Alif alias Paijo mengisi akhir acara Seminar Kesehatan Nasional 2019 dengan 6 lagu yang terkenal dan disukai oleh para peserta seminar yang notabene adalah perempuan.

DOWNLOAD MATERI SEMINAR NASIONAL
DOWNLOAD KEYNOTE SPEECH HEPATITIS

DOWNLOAD PPT Kaltim Hep. B 2019

DOWNLOAD HBsAg pd kehamilan

DOWNLOAD Pemeriksaan Terkini Hepatitis(terbaru)

You may also like...