PUSAT UNGGULAN IPTEK – POLTEKKES KEMENKES (PUI-PK)

PUSAT UNGGULAN IPTEK – POLTEKKES KEMENKES (PUI-PK)
Poltekkes Kemenkes Kaltim sebagai Pusat Unggulan ASI.

Pusat Unggulan IPTEKS – Poltekkes Kemenkes (PUI – PK) menjadi kebutuhan untuk mendukung terlaksananya Instruksi Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI No. DP.03.01/3000716/2017 tanggal 28 Februari 2017 tentang Instruksi Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal untuk mengembangkan dan mengoptimalkan sumber daya Poltekkes Kemenkes dalam rangka menjadi Center of Excellence pendidikan tinggi tenaga kesehatan.
Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 adalah Program Indonesia Sehat, meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat dengan sasaran pokok pertama adalah meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak, penurunan prevalensi balita pendek (stunting) .
Indikator cakupan yang ingin dicapai menurunkan Prevalensi kekurangan gizi (underweight) pada anak balita 19,6% (2013) menurun 17% tahun 2019 dan Prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) anak baduta 32,9 % (2013) menurun 29% tahun 2019 .
Menurunkan prevalensi stunting dan menurunkan kematian bayi dengan Rencana strategis Kemenkes yaitu meningkatkan kesehatan dan mutu makanan bayi secara optimal sesuai (Innocenti Declaration) oleh WHO .
Program Pemberian Makan Bayi Anak (PMBA) sesui WHO/ UNICEF merupakan standar emas pemberian makan bayi dan anak adalah : Bayi baru lahir mendapat inisiasi menyusui dini (IMD), Bayi usia < 6 bulan mendapat ASI eksklusif, memberikan makanan pendamping ASI mulai usia 6 bulan dan lanjutkan pemberian ASI hingga berusia 2 tahun atau lebih . Cakupan pemberian ASI Ekslusif Kaltim 29 % ( Riskesdas,2018) lebih rendah dari angka rata-rata cakupan Indonesia yaitu 37,3 %, internasional 43 % (WHA,2018) dan target internasional sesuai tahun 2025 adalah 50 %

Menurut The Lancet Breatfeeding Series tahun 2016 Kematian Bayi akibat penyakit infeksi pada bayi dapat diturunkan dengan pemberian ASI sekitar 88% ,sebanyak 82 % anak sakit karena tidak menerima ASI ekslusif (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Pemberian ASI sampai usia 2 tahun dapat menurunkan angka kematian anak akibat penyakit diare dan infeksi saluran napas akut (Masela, Kawengian and Mayulu, 2015). Penyakit infeksi telinga, batuk, pilek, diare dan alergi dapat sembuh karena kandungan zat antibodi dalam ASI kolostrum 10-17 kali lebih banyak dari susu matang(matur) (Kementerian Kesehatan RI, 2014). Asi mengandung zat kekebalan tubuh, maka pemberian menyusui ekslusif dan predominan dapat menurunkan prevalensi diare dan infeksi pernapasan akut (Seema Mihrshahi, et all,2008).
Berdasarkan evidence base systematic reviews Manfaat ASI bagi bayi bisa menurunkan prevalensi : Kematian (Sankar et al.,2015), Resiko Otitis Media (Bowatte at all.,2015), Resiko Overweigh (Horta et all.,2015), Resiko Malokulasi (Peres et all,2015), Resiko Obesitas (Yen et all.,Horta.,2015),Resiko Asma (Lodge et all.,2015) dan Tingkat Kecerdasan Tinggi (Horta.,2015).
Rendahnya cakupan pemberian ASI Eklusif masih tingginya persentasi stunting / pendek, wasting / kurus, dan obesitas masih di atas rata-rata target nasional maka mendorong Poltekkes Kemenkes Kaltim untuk mengusulkan ASI sebagai PUI- PK .
ASI sebagai PUI –PK Poltekkes Kaltim, akan mendukung program unggulan pemerintah mengatasi stunting, dengan dukungan personal yang sudah mempunyai pelatihan manajemen laktasi standard WHO, pelatihan makanan pendamping MP- ASI standard WHO, Pelatihan pijat laktasi , sebagai tim konselor laktasi tingkat propinsi dan pembicara secara nasional tentang ASI dan Peralatan Laboratorium yang mendukung.
ASI sebagai PUI – PK Poltekkes Kaltim di dukung oleh academic excellence berupa oral presentasi internasional,Jurnal Nasional OJS, Jurnal Internasional,symposium ASI Internasional dan HAKI , untuk Commercialization and Implementation berupa kontrak riset nasional , Kontrak non riset berupa pelatihan, transfer teknologi, dan jasa konsultasi,Pembicara.
PUI – PK Poltekkes mempunyai kegatan sebagai berikut :

  1. Kegiatan Penelitian :
  2. a. Penelitian tentang Teknologi ASI : Donor ASI , Pumping, Massage, Penyimpanan ASI ( Cool Pax).
    b. Penelitian Kearifan Local Lactogoge ( tumbuhan, bahan makanan yang merangsang produksi ASI)
    c. Penelitian Sosial Menyusui : Budaya menyusui,peran serta masyarakat, Dukungan Sebaya (Peer Support), Dukungan nenek.
    d. Pemeriksaan Laborat ASI : Kadar Hormon, Mineral, Zat Gizi, Jamur, Bakteri, Virus .
    e. Penelitian masalah menyusui ( Putting Lecet, payudara bengkak, infeksi, ASI Sedikit, ASI tidak keluar dan berbagai penyakit yang diderita ibu dihubungkan dengan pemberian ASI)
    f. Penelitian Kebijakan terkait ASI : Pembatasan dan sangsi Pemasaran susu formula sesuai code WHO, Ruang laktasi, Rumah sakit Sayang Ibu.
    g. Pemberian ASI saat bencana.
    h. Paparan Penyakit terhadap pemberian ASI : Ibu TBC, Hepatitis, Mastektomi, HIV, Perokok Pasif dan aktif.
    i. Terapi komlementer : Hipno breastfeeding, Sounding, massage ( Oksitosin, marmet, arugaan)

  3. Fasilitas penunjang berupa Labolatorium :
  4. a. Laboratorium Keperawatatan
    1) Mini Hospital
    2) Laboratorium ICU
    3) Laboratorium Kamar Bedah
    4) Laboratorium Kebutuhan Dasar Manusia (KDM)
    5) Laboratorium Keperawatan Medikal Bedah (KMB)
    6) Laboratorium Antenatal Care
    7) Laboratorium Intra Natal
    8) Laboratorium Post Natal dan Ruang Bayi
    9) Laboratorium Anatomi
    b. Laboratorium Kebidanan
    1) LabKoratorium KDM / KDK (Kebutuhan Dasar Manusia / eterampilanDasarKebidanan)
    2) Laboratorium IbuHamil / Antenatal Care
    3) Laboratorium Bersalin / Intranatal
    4) Laboratorium Nifas / Post Partum
    5) Laboratorium Bayi dan Anak
    6) Laboratorium Keluarga Berencana / Kesehatan Reproduksi
    7) Laboratorium Kebidanan Komunitas
    8) Laboratorium Anatomi
    9) Laboratorium Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal
    c. Laboratorium Analis Kesehatan
    1) Laboratorium Kimia Dasar
    2) Laboratorium Kimia Terapan
    3) Laboratorium Klinik
    4) Laboratorium Hematologi
    5) Laboratorium Mikrobiologi
    6) Laboratorium Parasitologi
    d. Laboratorium Gizi
    1) Laboratorium Penilaian Status Gizi
    2) Laboratorium Penyuluhan dan Konsultasi Gizi
    3) Laboratorium Penyelenggaraan Makanan
    4) Laboratorium Uji Cita Rasa
    5) Laboratorium Biokimia
    6) Laboratorium Mikrobiologi
    7) Laboratorium Ilmu Bahan Makanan

  5. Konsultasi :
  6. a. Konseling menyusui oleh petugas yang professional Anggota ikatan konselor menyusui Indonesia (IKMI )
    b. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi.
    4. Hasil out put riset :
    a. Jurnal Internasional.
    b. Jurnal nasional OJS Terindex shinta dan goggle scholar.
    c. Modul yang sudah mendapat HAKI.
    PUI –PK Poltekkes Kaltim sebagai pusat unggulan ASI membuka peluang untuk joint riset dengan perguruan tinggi baik nasional maupun internasional dengan memanfaatkan fasilitas dan kegiatan yang tersedia.
    Salam ASI….Selamat Meng ASI hi.

Samarinda, 9 Desember 2018
Ketua PUI – PK
Dr.Hj. Endah wahyutri,MKes

You may also like...