Breaking News
You are here: Home / Artikel Kesehatan / Peringatan HKN 2013 Jadi Momentum Pembangunan Kesehatan Indonesia

Peringatan HKN 2013 Jadi Momentum Pembangunan Kesehatan Indonesia

tema-hari-kesehatan-nasional-2013-majalah-kesehatan-jendela-cito
MENTERI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, HR, Agung Laksono menghadiri puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-49 tahun 2013 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dalam Sambutannya, Agung Laksono menyatakan bahwa peringatan HKN tahun ini merupakan momentum besar pembangunan kesehatan di Indonesia, yakni memerkenalkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada seluruh masyarakat yang akan memeroleh manfaat.

Lebih dalam, ia juga menjelaskan bahwa HKN juga merupakan tonggak penting dalam mengkonsolidasikan langkah untuk makin mengutamakan upaya promotif-preventif dalam pembangunan kesehatan dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Upaya promotif-preventif bila bisa dikedepankan para masyarakat akan mencegah terjadinya penyakit dan masalah kesehatan serta menurunkan pembiayaan kesehatan. Alhasil, pembangunan kesehatan termasuk pelaksanaan JKN menjadi lebih efektif.

Hal senada juga disampaikan, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, menyatakan bahwa JKN merupakan salah satu karya besar dalam rangka mewujudkan sistem pelayanan kesehatan terbaik. Lebih jauh, Menkes menerangkan beberapa dasawarsa terakhir ini pembangunan kesehatan diarahkan pada peningkatan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

“Perkembangan pembangunan kesehatan meningkat tajam. Hal ini ditunjukan dengan jumlah Puskesmas yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam 10 tahun terakhir, kita telah berhasil membangun lebih dari 2.000 Puskesmas dan tersebut di seluruh Indonesia. Keberadaan Puskesmas juga diperkuat dengan penyediaan dana Bantuan Operasioan Kesehatan ( BOK) agar upaya promotif-preventif bisa diutamakan. Untuk pelayanan kesehatan rujukan sendiri, jumalh rumah sakit meningkat tajam sebanyak 42,95 persen dari 1.246 pada tahun 2004 menjadi 2.186 pada tahun 2013. Bukan hanya itu, saat ini sebanyak 2.186 rumah sakit, 9.599 Puskesmas, 23.225 Puskesmas Pembantu, 54.708 Poskesdes dan 276.688 Posyandu tersebar di seluruh Indonesia untuk memberikan pelayanan kesehata masyarakat,” katanya dalam acara yang bertema Hari Kesehatan Nasional ke-49: Menuju Indonesia Sehat dan JKN yang bermutu, di Jiexpo Kemayoran Hall B, Jakarta, Jumat (15/11/2013).

Ditambahkannya, untuk mendekatkan akses kesehatan masyarakat pada pelayan kesehatan rujukan di daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan Terluar ( DTPK), sudah dioperasikan 24 Rumah Sakit Bergerak yang berfungsi sebagai Rumah Sakit Pratama sejak tahun 2004. Sementara itu, dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, Rumah Sakit Pusat Nasional. Dr. Ciptomangunkusumo, Jakarta dan Rumah Sakit Umum Sanglah, Denpasar sudah berhasil meraih sertifikat Joint Commission International ( JCI).

“Pencapaian sertifikat JCI dua rumah sakit pemerintah, secara langsung menunjukan rumah sakit pemerintah dinilai mampu memberikan layanan kesehatan berstandar internasional. Selain itu, kita juga meningkatkan SDM, obat dan operasional Puskesmas. Tujuannya ialah dengan preventif yang biayanya bisa terjangkau masyarakat,” terangnya.

Untuk memberikan layanan terbaik di fasilitas pelayan kesehatan, jumlah tenaga kesehatan terus ditingkatkan. Pada periode 2004 sampai 2014, jumlah dokter meningkat sebanyak 166 persen dan jumlah tenaga perawat juga meningkat sebesar 60,7 persen. Di samping itu, saat ini, tenaga bidan sudah ada hampir setiap desa di seluruh Indonesia. (ind)

About admin

Comments are closed.