Breaking News
You are here: Home / Artikel Kesehatan / Ilmuwan Singapura Ciptakan Chip Pengenal Ribuan Penyakit

Ilmuwan Singapura Ciptakan Chip Pengenal Ribuan Penyakit

 


Dr Christopher Wong dan Dr Martin Hibberd tengah menunjukan PathChip yang dapat mengidentifikasi patogen.
Dr Christopher Wong dan Dr Martin Hibberd tengah menunjukan PathChip yang dapat mengidentifikasi patogen. (sumber: ST)

Singapura – Kalangan ilmuwan di Singapura diketahui telah berhasil mengembangkan sebuah chip baru yang dapat mengidentifikasi 70.000 virus dan bakteri yang berbeda dalam satu kali tes atau ujicoba.

“Biasanya, tes untuk penyakit dilakukan pada satu waktu. Setiap pengujian tentunya memakan biaya. Jika semua tes hasilnya negatif, Anda akan menghabiskan banyak uang dan masih tidak tahu penyakit apa yang Anda miliki,” kata Dr Christopher Wong, salah seorang ilmuwan yang terlibat dalam proyek ini.

Menurut Dr Wong, dengan menggunakan PathChip seukuran kartu telepon yang mereka ciptakan, patogen dapat diidentifikasi dalam waktu 24 jam. Hal ini tentunya menghemat uang dan waktu yang dibutuhkan untuk mendiagnosa pasien.

“Kehadiran chip ini diharapkan dapat merubah paradigma, karena kami berharap dokter akan yakin dengan hanya menjalankan satu tes dan kemudian mampu untuk memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan,” tambah Dr Wong yang merupakan warga negara Singapura.

PathChip sendiri merupakan gagasan Dr Wong bersama rekan-rekannya, Dr Martin Hibberd, ilmuwan asal Inggris, dan Dr Ken Sung dari Hongkong. Ketiganya adalah direktur PathGen DX, yang merupakan usaha komersial dari Genome Institute of Singapore.

Saat ini, chip yang butuh 10 tahun untuk mengembangkannya, hanya tersedia secara komersial untuk tujuan penelitian. Namun, diharapkan bisa segera tersedia untuk tujuan diagnostik secara umum dalam kurun waktu dua tahun mendatang.

Hal itu dikarenakan, PathChip harus menunggu ijin persetujuan dari lembaga Food and Drug Administration Amerika Serikat dan Badan Otoritas Imu Kesehatan Singapura.

PathChip ini rencananya akan resmi diperkenalkan pada Konferensi Human Genome 2013 dan Kongres Genetika Internasional ke-21 yang akan berlangsung di Sands Expo dan Convention Center, Singapura.

 

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber: Asiaone

About admin

Comments are closed.