Faktor-faktor penyebab kekambuhan pada pasien skizofrenia di unit rawat inap RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda

ABSTRAK

 

Latar Belakang Salah satu jenis gangguan jiwa yang berat yaitu skizofrenia. Prognosis untuk skizofrenia pada umumnya kurang begitu menggembirakan. Sekitar 25% pasien dapat pulih dari episode awal dan fungsinya dapat kembali pada tingkat premorbid (sebelum munculnya gangguan tersebut). Sekitar 25% tidak akan pernah pulih dan perjalanan penyakitnya cenderung memburuk. Sedangkan 50% berada diantaranya, ditandai dengan kekambuhan periodik dan ketidakmampuan berfungsi dengan efektif kecuali untuk waktu yang singkat. Kekambuhan pasien biasanya terjadi jika keluarga tidak siap dan kurang memiliki informasi yang memadai untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian yang cukup besar dengan kehadiran anggota keluarga yang mengalami skizofrenia.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kekambuhan pada pasien skizofrenia di Unit Rawat Inap RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda.

Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang penyebab terjadinya kekambuhan pada pasien skizofrenia. Populasi penelitian ini adalah semua keluarga pasien yang menjalani rawat inap di Unit Rawat Inap RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda dengan besarnya sampel sebanyak 51 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik analisa data adalah univariat persentase dan distribusi frekuensi.

Hasil Penyebab utama kekambuhan pada pasien yang dirawat di RSJDAHM adalah Regimen terapeutik pada tidak efektif yaitu sebanyak 32 orang (62,7%), meskipun  Pengetahuan keluarga tentang skizofrenia dalam kategori tinggi,  Sikap keluarga kurang baik terhadap pasien skizofrenia yaitu sebanyak 28 orang (54,9%). Perilaku keluarga yang buruk terhadap pasien skizofrenia yaitu terdapat  31 orang (60,8%). Meskipun  dukungan petugas RSJ/ Puskesmas terhadap pasien selama berada di rumah sudah tinggi yaitu sebanyak 31 orang (60,8%). Faktor lingkungan sudah ikut mendukung pasien selama berada di rumah yaitu sebanyak 29 orang (56,9%) meskipun masih terdapat 22 orang (43,1%) yang menyatakan lingkungan tidak mendukung pasien selama berada di rumah.

Saran sedini mungkin melibatkan keluarga dalam setiap upaya pelayanan kesehatan jiwa selama di rawat di RS untuk menjamin rejimen terapetik yang efektif, terapkan pelayanan keperawatan jiwa yang terintegrasi dengan keluarga dan masyarakat melalui Continum of care, integrated hospital to community dan gerakan CMHN (Community Health Nursing).

 

(Download Abstrak)

You may also like...